Kamis, 16 Februari 2012

Lupakanlah Cinta Untuk Terus Mencintai

Pemuda itu terus memanjat pohon kelapa setinggi empat meter setiap harinya. Ia tak pernah bosan melakukannya. Tujuannya hanya satu. Ya, hanya ingin mereguk segarnya air kelapa dan menikmati daging buah kelapa.

Pagi-pagi buta ia sudah bersiap dari rumahnya, membawa tali yang membantunya menaiki batang lurus yang bahkan lebih tinggi dari rumahnya dan membawa golok. Dengan hanya memakai celana pendek ia pun berhadapan dengan batang tersebut. Ia pun bersiap, menyentuh lembut batang tersebut seolah berkata "Hai batang, bantu aku untuk memanjatmu hari ini. Bantu aku untuk bisa menikmati hidupku sekaligus membantumu untuk bisa bermanfaat bagi orang lain". Perlahan-lahan ia menaiki batang tersebut sembari memeluknya. Ia pun sampai diatas tidak lebih dari lima menit.

Sesampainya diatas, ia menebas satu buah kelapa yang tampak sudah cukup matang. Ia pun meluncur secepat kilat seolah tidak mau berlama-lama untuk bisa menikmati Kelapa yang bahkan tiap harinya ia cicipi. Ia pun membukanya dan meneguk air kelapa yang segar itu dan menikmati daging buahnya dengan lahap. terkadang saking nikmatnya sampai-sampai air kelapa membasahi tubuhnya. Itu sebab, ia tidak pernah memakai baju saat melakukan ini.

Semua orang terheran-heran. Bagaimana bisa ia bisa tidak bosan merasakan hal yang sama setiap hari. Hingga seorang tua bertanya padanya "Hai nak, mengapa kamu setiap hari minum air dan makan daging buah kelapa? Tidakkah kau bosan nak?". Ia pun menjawab "Wahai pak tua, aku selalu ingin mencicipinya setiap hari karena menjelang malam aku berusaha tidak mengingatnya. Hingga aku terbangun dalam keadaan selalu lupa bagaimana rasa air dan daging buah kelapa itu". Bapak tua itu pun tertegun dan berkata "Jadi itu yang membuatmu selalu tampak bersemangat ketika memanjat pohon kelapa, menebas buahnya dan menikmati rasanya". Dan pemuda itu pun hanya tersenyum dan mengangguk.


Begitulah rasanya ketika kita belum pernah atau lupa merasakan sesuatu. Kita akan bersemangat untuk mencobanya. Sama halnya dengan Cinta. Ketika kita pernah merasakan cinta dan selalu ingat rasanya. Maka kita akan bosan dan mungkin akan mencicipi hal lain. Namun jika kita lupa akan rasanya, akan muncul gairah untuk mencicipinya.

Jadi, ingatlah falsafah Cinta ini. Cinta dapat dipertahankan dengan terus Jatuh Cinta di setiap harinya. Dan cara untuk Jatuh Cinta setiap hari adalah dengan melupakan Rasanya Mencintai. Dengan begitu kita akan selalu bersemangat dan bergairah untuk Merasakannya.

0 comment:

Posting Komentar